........

........

Rabu, 29 Jun 2011

~ Ikan Patin lemak cili padi ~


Bismillah...

~ Lemak Cili Padi Ikan Patin ~

Ahad lepas kami ke pasar Larkin JB….seperti biasa pancing ikan berumpankan $$$$....he3…. hari itu memang nak cari ikan besar…ikan potong…yang saya cari ikan tenggiri nak masak lemak cili padi atau asam pedas…..lihat punya lihat tak ada seekor pun ikan tenggiri tapi banyaknya ikan….tak tahu namanya….sewaktu jalan ke kedai ikan yang kami regular customer….ditulis ikan Patin ….seperti musimnya ikan Patin….tulah namanya kenal tapi tak kenal ikannya…..biasa membaca di internet ikan Patin masak cili padi…..suami merenung wajah saya sewaktu saya katakan nak beli seekor….betul ke ni nak beli kerna tak pernah beli sewaktu di singapura….macam mana nak beli belum pernah lihat di sana….atau waktu tu tak kenal…..he3….dibawa pualng seekor ikan Patin….Alhamdulillah….

Semalam menu ikan patin masak lemak cili padi….apa lagi cari resepi di internet….di sini Chef Handalan
Alhamdulillah jumpa resepinya mudah.... boleh juga ditukar pada ikan lain…..mengikut citarasa sendiri….caranya agak berbeda dengan resepi saya ayam masak lemak cili padi…..kerna yang ini tidak menumis dan menggunakan limau kasturi….sewaktu menjamu selera….suami tersenyum sedappp katanya….apalagi berbunga-bunga hati ini….selepas makan suami kata boleh beli lagi ikan patin masak belado….emang citarasa orang minang belado tak tinggal…..♥



Bahan2…..

1 ekor ikan patin (kurang lebih 800 g)

2 batang serai, dititik

2 helai daun kunyit, disiat2

600 ml santan cair

200 ml santan pekat

8 - 10 biji limau kasturi, ambil jusnya

Garam secukup rasa



3/4 cawan cili padi kampung* (cabe rawit)

1 inci kunyit hidup* (kunyit segar)

4 biji bawang merah*

1 ulas bawang putih*(*ditumbuk halus)



Bismillah yuk masak…..

Ikan patin disiang, cuci bersih, perap dengan garam dan sedikit jus limau kasturi selama 10 - 15 minit. Cuci kembali dan toskkan. Ketepikan.

Dalam periuk, satukan bahan tumbuk halus, serai dan santan cair, kacau dan didihkan. Masukkan ikan patin dan tambah santan pekat. Bila mendidih, masukkan daun kunyit dan perasakan dengan garam secukupnya.

Biar mendidih perlahan dan tuang jus limau kasturi secukupnya (ini terpulang pada rasa masing2 ada yang suka masam….di masukkan sedikit dulu dan rasa) . Kacau perlahan, rasa dulu jika semuanya udah sedappp….matikan api…



Alhamdulillah....percobaan pertama memasak ikan patin....citarasabuahhati....♥

Selasa, 7 Jun 2011

~ Ikan Talapia Belado ~


Bismillah ♥


Masakkan yang pertama harus dipelajari setelah bernikah….adalah belado….zauji orang minang….pasti belado adalah masakkan yang sering menghiasi meja makan keluarga nya……sebelum bernikah ana lebih gemar yang simple tidak pedas….dan paling suka sekali masakkan barat…..bertemu jodoh dengan pencinta nasi dan lauk-pauk terutama masakkan minang dan melayu….Alhamdulillah….♥

Masakkan ini adalah resepi ringkas dari keluarga zauji….pas mudah sekali dan menjadi lauk yang digemari tetamu….ramai teman di fb ini orang minang….pasti kalah sama teman2 yang pandai memasak mungkin ada perbedaan….akan tetapi ini resepi citarasa zauji….Alhamdulillah ♥



Bahan untuk dikisar….



12 batang lada segar/hidup

5 biji bawang kecil

1 biji bawang putih

10 biji limau kasturi diperah menggambil airnya/juznya

*ada yang menggantikan dengan buah tomato/tomat



Selalunya ana menggunakan mesin pengisar yang tanpa air untuk masakkan belado….

Jika tidak ada maka boleh dikisar kesemua bahan2 diatas tanpa air….kerna ada juz limau berfungsi sebagai air…..lebih baik kalau di tumbuk…..



Cara memasak….



Panaskan minyak lalu masukkan kesemua bahan di atas dan ditumis garing…..diperlukan minyak yang

agak banyak untuk sambal belado garing….garam secukup rasa…..tumis sehingga pecah minyak….



Belado boleh disajikan dengan ayam goreng….ikan goreng….telur rebus *yang dikupas kulit dan digoreng….terong…..hari ini ikan talipia goreng....♥

Khamis, 2 Jun 2011

Dapurku Surgaku



Dapurku Surgaku




SharePenulis: Ummu Rumman Azzahra

Muroja’ah: Ustadz Nurkholis, Lc.



“Ukh, bingung nih mau masak apa buat suami. Ibu saya tadi datang bawa terong, tapi sayang bingung, terongnya harus diapain. Emang terong bisa dimasak apa aja sih, Ukh? Saya nyesel kenapa nggak dari dulu belajar masak…”



Kejadian di atas dialami salah seorang sahabat penulis seminggu pasca-menikah. Berangkat dari kejadian tersebut, penulis merasa perlu berbagi pengalaman bahwa memasak ternyata punya peran tersendiri dalam sebuah rumah tangga. Mungkin kejadian di atas tidak perlu membuahkan masalah jika si istri ternyata piawai dalam hal masak-memasak. Namun, bagaimana dengan mereka yang mengenal bumbu dapur saja tidak bisa?





Pentingkah Memasak?



Memasak merupakan aktivitas yang banyak dilakoni oleh para wanita sejak turun temurun. Meski sekarang tidak sedikit pula laki-laki yang handal memasak, namun dalam kehidupan rumah tangga, memasak tetap harus diperani oleh wanita. Sekilas kita lihat aktivitas ini mungkin sangat remeh-temeh. Tetapi pada prakteknya tidak akan semudah itu. Orang yang mengaku bisa masak pun terkadang suka dihampiri rasa tak percaya diri ketika masakannya harus dicicipi orang lain. Maka tidak heran jika para pengamat seni menempatkan masakan sebagai karya seni yang paling berharga di antara semua karya seni lainnya.



Begitu pentingnya memasak hingga tak jarang kita jumpai banyak orang yang terkagum-kagum dengan seseorang yang menguasai bidang ini. Pun seorang istri yang pintar masak. Dengan keahliannya tersebut akan membuat suaminya betah di rumah dan malas membeli makan di luar. Masakan yang enak bisa menjadi salah satu perekat cinta seorang suami kepada istrinya. Bahkan memasak untuk menyenangkan suami bisa menjadi ladang pahala jika diniatkan untuk ibadah kepada Allah. Karena salah satu ciri istri shalihah adalah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memenuhi semua hal yang disukai suaminya selama tidak dalam bermaksiat kepada Allah.



Memasak Sebagai Ladang Pahala



Saudariku –yang semoga senantiasa dirahmati Allah- apakah kalian menyadari bahwa kegiatan memasak ini ternyata bisa sekaligus menjadi kegiatan ibadah? Sebagai seorang muslimah kita diamanahkan untuk bertanggung jawab atas rumah kita dan menyiapkan makanan kepada semua orang yang ada di dalamnya. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya. Penguasa adalah pemimpin, seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya, wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya dan anak-anaknya. Jadi, setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya.” (HR. Bukhari)



Untuk itu tidak ada salahnya bagi seorang muslimah untuk menyiapkan santapan bagi keluarganya sebaik mungkin, demi melayani hamba-hamba Allah yang shalih, semisal suami, anak-anak, orang tua, dan semua orang yang ikut menikmati masakan yang kita masak. Dengan begitu, seorang muslimah akan ikut mengecap pahala yang Allah berikan kepada mereka, di mana sebenarnya kita sudah ikut membantu amal perbuatan mereka.



Memasak tidak hanya sekedar kegiatan meramu bumbu dan bahan makanan hingga terciptalah masakan lezat yang siap santap. Namun memasak juga bisa menjadi media kita untuk memikirkan dan mensyukuri semua nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Jika kita cermati, semuanya adalah rezeki yang telah Allah tentukan kepada kita. Karunia tersebut terlimpah dengan begitu mudah kepada kita setelah melalui proses campur tangan banyak orang.



Kita perhatikan saja sayur-sayuran yang kita santap. Akan kita dapati bahwa di sana ada yang menanaminya, ada yang mengumpulkan panennya, ada penjualnya, serta masih banyak lagi manusia yang berperan di dalamnya. Mereka dijadikan oleh Allah untuk melayani kita dan anggota keluarga kita. Padahal pada hakikatnya Allah-lah yang menanam dan menghidupkan sayuran tersebut sebagaimana firman-Nya, yang artinya,



“Pernahkah kamu perhatikan benih yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkan?” (Qs. Al Waqi’ah: 63-64)



Begitupun dengan nikmat yang lain yang banyak kita jumpai di meja makan kita. Allah berfirman mengenai hal ini, yang artinya,



“Dan dari langit Kami turunkan air yang memberi berkah, lalu Kami tumbuhkan dengan (air) itu pepohonan yang rindang dan biji-bijian yang dapat dipanen. Dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang tersusun-susun, (sebagai) rezeki bagi hamba-hamba Kami……” (Qs. Qaf: 9-11)



Adapun dalam memasak, hendaklah kita usahakan memasak berdasarkan apa yang menjadi kesukaan suami dan anak-anak serta keluarga kita. Ini semua dilakukan dengan harapan dapat membuat suami dan keluarga bahagia, demi wujud ketaatan kita kepada Allah. Cobalah tanyakan kepada mereka makanan apa saja yang mereka sukai, jika cara tersebut bisa menyenangkan mereka.



Kadang kita dapati seorang suami ternyata lebih pintar memasak daripada istrinya. Jika hal ini yang kita alami, janganlah merasa malu untuk belajar dari suami kita. Kita juga bisa menggunakan momen memasak bersama sebagai kesempatan untuk bercengkrama dengan suami sehingga terciptalah suasana kemesraan yang akan menambah rasa cinta di hati masing-masing.



Mari Memulainya dari Dapur



Saudariku, sebagai seorang muslimah yang ingin selalu meraih ridha Allah di setiap kesempatan, maka kita bisa memanfaatkan waktu-waktu kita di dapur untuk menjadi sarana mendekatkan diri kita kepada-Nya.



Berikut ini hikmah-hikmah yang bisa kita gali dari aktivitas memasak kita sehari-hari:



Saat masakan kita telah matang, maka hadirkanlah dalam benak kita betapa Allah telah menganugerahkan kepada kita nikmat untuk bisa menyelesaikan pekerjaan kita.

Saat memasak, cobalah untuk mengingat bahwa di luar sana masih banyak dapur-dapur yang tidak mengepul. Alangkah indahnya jika kita biasakan untuk selalu mengingat nasib fakir miskin, anak yatim, dan orang-orang yang membutuhkan yang ada di lingkungan tempat tinggal kita. Jika memungkinkan, kita bisa menyisakan sedikit dari jatah makan kita untuk mereka sebagai bentuk kepedulian kita terhadap mereka.

Ketika mencium aroma sedap masakan kita, saat itu ingatlah tetangga kita. Sebab bisa jadi tetangga kita juga turut mencium aroma masakan tersebut. Akan lebih baik lagi jika kita menghadiahkan sebagian masakan tersebut kepada mereka, khususnya untuk masakan-masakan spesial yang kita masak. Dengan hal ini akan mengakibatkan tumbuhnya rasa cinta, saling menghargai dan memperbaiki hubungan tetangga.

Dampak yang bisa kita peroleh dari sini adalah tetangga kita akan menghormati dakwah ini. Inilah di antara sarana yang paling sukses dan paling sederhana untuk memperkuat tali hubungan sosial dan menyuburkan sensitivitas perasaan hati kita. Bukankah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hendaklah kalian saling memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari)

Bagi yang sudah memiliki anak, mulailah untuk membiasakan mereka untuk ikut serta membantu kita memasak. Misalnya bisa dengan mempersiapkan bahan-bahan memasak, sehingga mereka benar-benar terampil. Di samping untuk mengenalkan apa-apa yang ada di dapur, hal ini juga untuk membuat mereka turut merasakan beban berat yang kita pikul. Sehingga mereka akan memberi penghormatan dan akan mudah memahami diri kita.

Ketika mengunjungi kerabat dan teman-teman dekat, kita bisa memilih masakan karya kita sendiri sebagai oleh-oleh untuk mereka.

Terakhir, sebelum melakukan kegiatan memasak, ada aktivitas lain yang biasa sering kita lakukan yakni berbelanja di pasar. Bila kita cermati, kegiatan belanja ini bisa kita gunakan sebagai perkenalan dengan para penjual langganan kita. Ini juga sebagai sarana untuk menjalin tali persaudaraan dengan mereka, atau sebagai bentuk interaksi kita dengan masyarakat, dengan catatan kita tetap harus memperhatikan adab-adab berinteraksi dengan penjual. Kesempatan ini bisa pula menjadi sarana dakwah kita kepada mereka. Di sela-sela interaksi dengan mereka, kita dapat mengenalkan hal-hal yang halal dan haram dalam masalah jual beli, dan hal-hal lain yang mungkin sering dipertanyakan banyak orang.



Mulailah Belajar



Bagi sebagian yang lain, memasak mungkin menjadi masalah bagi mereka. Ada beberapa faktor yang membuat seorang muslimah enggan untuk memasak. Salah satunya adalah rasa malas untuk belajar, di samping juga faktor kesibukan di luar rumah serta banyaknya warung makan yang menawarkan jasa catering untuk mereka yang tidak sempat memasak.



Jika hal tersebut berlangsung terus menerus apakah tidak boros? Bagaimana jika suami atau anak-anak berkeinginan mencoba hasil masakan kita. Apa kita masih akan memilih makanan dari luar terus? Tentu kita tidak ingin seperti itu. Untuk itu, bagi yang belum pintar masak, buanglah rasa malas dan teruslah berlatih. Setelah terbiasa, nanti akan terbukti bahwa memasak itu bukanlah hal yang sulit, apalagi jika diniatkan untuk ibadah.



Untuk memasak kita memang akan sedikit repot. Mempersiapkan segala sesuatunya, dari perapian, peralatan sampai bahan, belum nanti jika sudah selesai harus membersihkan atau membereskan semuanya. Agak melelahkan memang. Namun kelelahan itu akan segera berganti kebanggaan dan kebahagiaan ketika suami dan anak-anak kita menyantap masakannya dengan lahap.



Nah, bagaimana saudariku? Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk kita semua, terutama bagi penulis sendiri. Kita memohon pertolongan Allah agar selalu memberi kita kemudahan dalam menunaikan tugas-tugas kita sebagai muslimah. Allahu Ta’ala a’lam.



Maroji’:



Inilah Kriteria Muslimah Dambaan Pria (terj.), Abu Maryam Majdi bin Fathi As-Sayyid, Pustaka Salafiyyah.

Manajemen Istri Shalihah (terj.), Muhammad Husain Isa, Ziyad Books Surakarta.

Majalah Nikah vol. 5, No. 11 Edisi Muharram 1428 H.

***



Artikel www.muslimah.or.id


~ Soto Ayam ~


Warung Soto Ayam….♥


Alhamdulillah hari ini masak soto ayam….buah hati libur pas selalu keluar masuk dapur makan ini itu….pagi tadi sarapan goreng pisang…. nasgor yang dimasak oleh irfan….pintu peti es buka tutup ….he3…jadi hari ini masak soto ayam so boleh makan sepanjang hari…..ini pertama kali masak soto ayam….resepi terlihat waktu blog walking….resepinya panjang….ana pendekkan aja….biasalah ana suka yang SD….Jom kita masak…..dapat resepi yang amat baik dan mudah....di sini http://www.tiffinbiru.com/2010/09/soto-ayam.html Alhamdulillah.....



Bahan Untuk Kuah Soto....

1 ekor ayam dipotong kecil lalu dicuci bersih….

bisa juga chicken wings aja….apa2 pun boleh asalkan ayam….


3 batang serai, dititik

1 inci lengkuas, dititik

2 camca besar rempah sup "ADABI"

1 1/2 camca besar rempah kurma "ADABI"



1 batang kayu manis*

1 kuntum bunga lawang*

5 kuntum bunga cengkih*

3 biji buah pelaga*(*rempah tumis)



Bahan yang dikisar….

1 labu bawang besar

4 ulas bawang merah kecil

3 biji bawang putih

2 inci halia

4 biji buah keras

1 inci kunyit hidup

Garam secukup rasa dan lada sula…..


Bahan2 Lain:-

Nasi Impit

Taugeh, dicelur sekejap

Bawang goreng

Daun sup/bawang





Cara membuat kuahnya:-

Dalam periuk, tuang 1/2 cawan minyak, masukkan rempah tumis dan goreng hingga harum, masukkan bahan kisar halus dan kacau goreng hingga terbit minyak. Masukkan rempah sup dan rempah kurma, tuang sedikit air dan kacau hingga rata. Masak guna api sederhana.



Kemudian masukkan ayam, serai dan lengkuas titik. Kacau hingga rata. Tuang air anggaran 3 - 4 liter. Masukkan 1 camca teh garam dan sedikit lada sula lalu masak dgn api sederhana. Biar merenih 45 minit ke 1 jam. (Boleh tambah air jika kurang)



Bagedel....

kentang dipotong serong dan digoreng hembal....

*hembal erti digoreng jangan sampai garing tapi udah masak...

jadi api harus sederhana....

daging cincang disagar....

*disagar ertinya digoreng tanpa minyak jadi air daging keluar

dan daging masak

bawang goreng

hirisan daun sup

hirisan daun bawang

disatukan dan dibulatkan kecil2....ana suka kecil2 lagi sedap...

1 biji telur, dikacau sedikit dengan garam



Cara memasak......

panaskan minyak sebelum masukkan bagedel dicelup dulu

ke dalam telur.....goreng sehingga garing...



Bahan Lada Kicap:-

10 - 15 biji cili padi

2 biji bawang putih

1 cawan kicap manis



Untuk Lada Kicap:- Tumbuk cili padi dan bawang putih hingga lumat, masukkan kicap manis dan gaul rata ini citarasabuahhati.....♥


resepi ini khas untuk teman2 di facebook.....sorilah rame teman2 ummahat indo....jadi macam gini lah gaya tulisan.....he3

Rabu, 1 Jun 2011

~ Kari Ikan ~


Bismillah ♥


Sajian ini khas buat Ukhty Mulyati yang berkomentar

<>

jadi ini resepi ikan….



Ikan Kari….menu ini paling SD (simple & delicious)…..selalunya menu ini dimakan bersama nasi putih atau roti prata (spore) roti canai (msia)…..murtabak (indo)…..jangan lupa keropok papadum…..kari ikan masakkan orang india….selalunya kari ikan tidak ada santan…..tapi kari ikan ana ada sedikit santan….mengikut citarasa zauji…..♥



Ikan dicuci bersih…..yang ana masak ikan kembong…

selalunya kari ikan…..ikan merah….ikan tenggiri….ikan bawal….



Bahan untuk dihiris



Bawang merah

Bawang putih

Halia / jahe

Lada segar hijau



Bahan lain

Daun kari

Tomato segar

Bendir segar (lady fingers)



Kayu manis/bunga cengkir dan sepupunya…

*sedikit aja kerna kami tidak suka terlalu spicy gitu….he3



Air Asam jawa

Air secukupnya

Santan sedikit

Rempah kari babas….dicampur bersama air biar basah gitu….



Cara Memasak



Panaskan minyak masukkan kayu manis/bunga cengkir…..daun kari…..dan bahan yang sudah dihiris tumis sampai layu aja….masukkan rempah kari…..sedikit air dahulu tumis garing….sampai pecah minyak….apabila sudah garing masukkan air asam jawa dan air secukupnya…..sedikit santan….garam secukupnya…..ikan dan bendir…..apabila sudah mendidih masukkan tomato….



Alhamdulillah dah siap….menu paling ringkas tapi sedap dimakan diwaktu apapun….boleh untuk sarapan pagi bersama roti prata atau roti kosong….makan tengahhari bersama nasi…..btw ini bukan resepi hari ini…..ini simpanan untuk buhulcinta…..Citarasa keluarga ana ♥